Jumat, 12 Desember 2025, Bina Karsa Foundation melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Cibiru Wetan, Kab. Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda pembelajaran lapangan dan pemetaan sosial yang dilakukan oleh tim Researcher dan Community Development Bina Karsa Foundation. Kunjungan ini bertujuan untuk mengamati secara langsung praktik hidroponik Desa Cibiru Wetan sebagai inovasi pangan desa, serta memahami peran tata kelola desa dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan program berbasis potensi lokal, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya alam. Desa Cibiru Wetan bukanlah desa yang memiliki sumber daya alam melimpah atau lahan pertanian luas. Namun, desa ini dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang tertib, transparan, dan partisipatif. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan berbagai program desa, termasuk inisiatif hidroponik. Melalui perencanaan yang terbuka dan keterlibatan warga, desa mampu mengidentifikasi peluang pemanfaatan ruang sebagai media produksi pangan. Hidroponik kemudian dipilih sebagai salah satu solusi yang relevan dengan kondisi wilayah.
Praktik Hidroponik Desa Cibiru Wetan
Dalam kunjungan ini, tim Bina Karsa Foundation mengamati secara langsung sistem hidroponik yang dikelola oleh masyarakat desa. Instalasi hidroponik dibangun secara sederhana namun fungsional, memanfaatkan halaman rumah, fasilitas umum, dan ruang terbatas lainnya. Berbagai jenis sayuran daun seperti kangkung dan sawi dibudidayakan menggunakan sistem ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil panen juga mulai dimanfaatkan sebagai tambahan pendapatan bagi warga yang terlibat. Praktik ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak selalu menjadi hambatan dalam produksi pangan, selama didukung oleh perencanaan yang tepat dan kemauan masyarakat untuk berinovasi.
Partisipasi Warga dan Peran Pemerintah Desa
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama perangkat desa dan perwakilan warga yang terlibat dalam pengelolaan hidroponik. Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari tata kelola desa yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan kerja sama antarwarga. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, sementara warga menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan. Pola ini menciptakan rasa memiliki terhadap program, sekaligus memperkuat kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah desa. Desa Cibiru Wetan juga kerap menerima kunjungan dari berbagai pihak yang ingin belajar mengenai tata kelola desa dan upaya membangun desa antikorupsi. Nilai integritas tersebut menjadi modal sosial yang mendukung pengembangan program-program berbasis masyarakat
Potensi Pengembangan Program Hidroponik Desa
Bina Karsa Foundation mencatat bahwa praktik hidroponik di Desa Cibiru Wetan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi peningkatan kapasitas teknis, penguatan kelompok pengelola, maupun pengolahan hasil panen. Dengan pendekatan partisipatif dan pengelolaan yang tertib, hidroponik dapat menjadi sarana pembelajaran, sumber pangan sehat, serta peluang ekonomi skala rumah tangga bagi masyarakat desa. Kunjungan ke Desa Cibiru Wetan memberikan gambaran bahwa kemajuan desa tidak selalu ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas tata kelola, partisipasi masyarakat, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi yang dimiliki. Bagi Bina Karsa Foundation, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami konteks lokal dan membuka ruang kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Praktik hidroponik di Desa Cibiru Wetan menunjukkan bahwa inovasi yang dikelola dengan baik, dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga desa
