Kegiatan diskusi bersama perempuan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Nanggala Mekar, Cianjur menjadi ruang penting untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman tentang perjalanan migrasi yang aman dan berdaya. Kegiatan ini diikuti oleh para perempuan yang pernah bekerja di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah, dengan latar belakang pengalaman yang beragam.
Diskusi berlangsung secara interaktif, di mana para peserta secara terbuka menceritakan perjalanan mereka sejak sebelum berangkat, saat bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia. Dari cerita-cerita tersebut, terlihat bahwa keputusan untuk bekerja ke luar negeri sering kali didorong oleh faktor ekonomi, dorongan lingkungan, serta kemudahan akses informasi dari pihak tertentu yang menawarkan pekerjaan.
Dalam sesi diskusi, peserta juga saling menguatkan terkait berbagai tantangan yang pernah dihadapi saat bekerja. Beberapa pengalaman menunjukkan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai kontrak kerja, hak-hak pekerja, serta risiko yang mungkin terjadi di negara tujuan. Hal ini menjadi pengingat bahwa literasi migrasi aman sangat dibutuhkan, terutama bagi calon PMI agar tidak terjebak dalam kondisi kerja yang merugikan.
Selain membahas pengalaman di luar negeri, diskusi juga menyoroti kondisi setelah kembali ke tanah air. Banyak peserta yang berbagi cerita tentang proses beradaptasi kembali dengan keluarga dan lingkungan, serta tantangan dalam mengelola keuangan dan mencari penghidupan setelah tidak lagi bekerja sebagai PMI. Dalam hal ini, muncul kesadaran bahwa persiapan sebelum pulang juga sama pentingnya dengan persiapan sebelum berangkat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga wadah untuk membangun semangat pemberdayaan. Para peserta menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan usaha mandiri, memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, serta membentuk kelompok usaha bersama. Diskusi ini sekaligus membuka peluang untuk kolaborasi ke depan, terutama dalam hal pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha.
Melalui kegiatan ini, terlihat bahwa perempuan purna PMI memiliki potensi besar untuk berkembang dan berdaya di daerah asalnya. Dengan dukungan yang tepat, baik dari komunitas maupun pemangku kepentingan, mereka tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di tingkat desa.
Diskusi di Desa Nanggala Mekar menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat suara dan peran perempuan purna PMI, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan lebih percaya diri.
