Green Leadership dalam PROPER: Kriteria, Indikator, dan Peran Strategis Pimpinan Perusahaan

Dalam penilaian PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya diukur dari kepatuhan teknis, tetapi juga dari kepemimpinan perusahaan. Konsep ini dikenal sebagai Green Leadership. Green Leadership menjadi faktor penting dalam mendorong perusahaan melampaui kepatuhan (beyond compliance) menuju kinerja lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak nyata. […]

Green Leadership dalam PROPER: Kriteria, Indikator, dan Peran Strategis Pimpinan Perusahaan Read More »

Pelibatan Masyarakat dalam Kerangka Tanggung Jawab Sosial ISO 26000

Pelibatan masyarakat merupakan salah satu subjek inti dalam standar ISO 26000: Guidance on Social Responsibility. Standar ini menegaskan bahwa organisasi tidak hanya bertanggung jawab atas dampak internal kegiatannya, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Pelibatan masyarakat yang bermakna menjadi kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan dan

Pelibatan Masyarakat dalam Kerangka Tanggung Jawab Sosial ISO 26000 Read More »

Mengenal Triple Bottom Line of Sustainability: Konsep Penting dalam Praktik Keberlanjutan

Dalam era di mana tantangan sosial dan lingkungan semakin kompleks, organisasi dituntut untuk berpikir lebih luas dari sekadar keuntungan finansial. Triple Bottom Line (TBL) muncul sebagai kerangka strategis yang membantu organisasi memadukan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Konsep ini bukan sekadar jargon, melainkan landasan penting dalam praktik keberlanjutan modern. Apa Itu Triple

Mengenal Triple Bottom Line of Sustainability: Konsep Penting dalam Praktik Keberlanjutan Read More »

Implementasi ESG dalam Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan di Indonesia

Perkembangan paradigma pembangunan berkelanjutan telah mengubah cara perusahaan memandang tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Di Indonesia, Corporate Social Responsibility tidak lagi dipahami sebatas kewajiban hukum atau aktivitas filantropi, melainkan sebagai bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan. Sejalan dengan dinamika tersebut, kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin diadopsi sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan kualitas, akuntabilitas,

Implementasi ESG dalam Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan di Indonesia Read More »

Theory of Change: Memahami Alur Terjadinya Perubahan Sosial

Theory of Change (ToC) adalah kerangka berpikir yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebuah program atau intervensi sosial dapat menghasilkan perubahan yang diharapkan. Pendekatan ini membantu menjawab tidak hanya apa yang dilakukan, tetapi juga mengapa dan bagaimana perubahan sosial dapat terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam praktik pembangunan sosial, perubahan tidak terjadi secara instan. Perubahan merupakan

Theory of Change: Memahami Alur Terjadinya Perubahan Sosial Read More »

8 Pilar Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan kewajiban sekaligus komitmen perusahaan pertambangan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. PPM tidak hanya dipahami sebagai bantuan sosial semata, tetapi sebagai upaya terencana, terukur, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam implementasinya, PPM pertambangan berfokus pada delapan pilar utama yang

8 Pilar Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan Read More »

TAMASYA sebagai Praktik Inovasi Sosial dalam PROPER

Isu pengasuhan anak masih menjadi tantangan sosial di banyak wilayah industri, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses layanan pengasuhan yang aman dan terjangkau. Kondisi ini berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak serta partisipasi orang tua khususnya perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menghadirkan TAMAN

TAMASYA sebagai Praktik Inovasi Sosial dalam PROPER Read More »

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam industri pertambangan yang dirancang untuk memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat sekitar wilayah operasi tambang. Di Indonesia, PPM merupakan kewajiban yang diatur dalam kerangka regulasi Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk sektor pertambangan mineral dan batubara.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan Read More »

Rapid Environmental Assessment (REA): Metode Penilaian Cepat Dampak Lingkungan

Dalam berbagai kegiatan pembangunan, program kemanusiaan, maupun pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), aspek lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Namun, tidak semua kondisi memungkinkan dilakukannya kajian lingkungan secara mendalam dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Rapid Environmental Assessment (REA) hadir sebagai metode penilaian lingkungan yang cepat, praktis, dan sistematis. REA digunakan

Rapid Environmental Assessment (REA): Metode Penilaian Cepat Dampak Lingkungan Read More »

Perbedaan CSR Pertambangan dan CSR Sektor Lainnya

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep tanggung jawab perusahaan terhadap dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan usahanya. Di Indonesia, CSR tidak hanya berkembang sebagai praktik etis dan strategi bisnis, tetapi juga telah memiliki dasar hukum yang jelas. Namun demikian, penerapan CSR tidak bersifat seragam di seluruh sektor industri. Sektor pertambangan, sebagai industri berbasis sumber daya

Perbedaan CSR Pertambangan dan CSR Sektor Lainnya Read More »