8 Pilar Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan kewajiban sekaligus komitmen perusahaan pertambangan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. PPM tidak hanya dipahami sebagai bantuan sosial semata, tetapi sebagai upaya terencana, terukur, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam implementasinya, PPM pertambangan berfokus pada delapan pilar utama yang […]

8 Pilar Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan Read More »

TAMASYA sebagai Praktik Inovasi Sosial dalam PROPER

Isu pengasuhan anak masih menjadi tantangan sosial di banyak wilayah industri, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses layanan pengasuhan yang aman dan terjangkau. Kondisi ini berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak serta partisipasi orang tua khususnya perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menghadirkan TAMAN

TAMASYA sebagai Praktik Inovasi Sosial dalam PROPER Read More »

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam industri pertambangan yang dirancang untuk memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat sekitar wilayah operasi tambang. Di Indonesia, PPM merupakan kewajiban yang diatur dalam kerangka regulasi Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk sektor pertambangan mineral dan batubara.

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam Industri Pertambangan Read More »

Rapid Environmental Assessment (REA): Metode Penilaian Cepat Dampak Lingkungan

Dalam berbagai kegiatan pembangunan, program kemanusiaan, maupun pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), aspek lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan. Namun, tidak semua kondisi memungkinkan dilakukannya kajian lingkungan secara mendalam dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Rapid Environmental Assessment (REA) hadir sebagai metode penilaian lingkungan yang cepat, praktis, dan sistematis. REA digunakan

Rapid Environmental Assessment (REA): Metode Penilaian Cepat Dampak Lingkungan Read More »

Perbedaan CSR Pertambangan dan CSR Sektor Lainnya

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep tanggung jawab perusahaan terhadap dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan usahanya. Di Indonesia, CSR tidak hanya berkembang sebagai praktik etis dan strategi bisnis, tetapi juga telah memiliki dasar hukum yang jelas. Namun demikian, penerapan CSR tidak bersifat seragam di seluruh sektor industri. Sektor pertambangan, sebagai industri berbasis sumber daya

Perbedaan CSR Pertambangan dan CSR Sektor Lainnya Read More »

Inovasi Sosial dalam Program CSR: Strategi Membangun Dampak Sosial Berkelanjutan

Dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks, perusahaan dituntut tidak hanya menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial secara normatif, tetapi juga menghadirkan inovasi sosial yang mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan. Inovasi sosial menjadi pendekatan strategis dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menjawab permasalahan masyarakat secara lebih tepat, partisipatif, dan berdampak jangka panjang.

Inovasi Sosial dalam Program CSR: Strategi Membangun Dampak Sosial Berkelanjutan Read More »

Good Mining Practice: Strategi Pengelolaan Lingkungan untuk Pertambangan yang Berkelanjutan

Sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan bahan baku energi dan mineral, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap perekonomian negara. Namun di sisi lain, kegiatan pertambangan juga membawa potensi dampak signifikan terhadap lingkungan hidup, mulai dari perubahan bentang alam, gangguan ekosistem, hingga pencemaran air dan udara. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan

Good Mining Practice: Strategi Pengelolaan Lingkungan untuk Pertambangan yang Berkelanjutan Read More »

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai Instrumen Evaluasi Program CSR

Dalam pelaksanaan program pelayanan dan pendampingan sosial, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan berjalan secara efektif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan mekanisme evaluasi yang objektif, terukur, dan berbasis pada persepsi penerima manfaat. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).   IKM menjadi alat penting untuk

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai Instrumen Evaluasi Program CSR Read More »

Peran Perusahaan dalam Mendukung Pencapaian SDGs

Pembangunan berkelanjutan telah menjadi agenda global yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta. Melalui Sustainable Development Goals (SDGs), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa perusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang. Dunia usaha tidak lagi dipandang semata sebagai entitas pencari keuntungan, melainkan sebagai agen perubahan yang

Peran Perusahaan dalam Mendukung Pencapaian SDGs Read More »

Mengukur Dampak Sosial Program melalui Pendekatan Social Return on Investment (SROI)

Social Return on Investment (SROI) adalah metode yang digunakan untuk mengukur dampak sosial dari suatu program atau kegiatan secara terstruktur dan terukur. Dalam konteks program sosial, pendidikan, kesehatan, pengasuhan anak, hingga CSR perusahaan, SROI menjadi alat penting untuk menjawab pertanyaan: seberapa besar nilai manfaat sosial yang dihasilkan dari investasi yang dikeluarkan? Berbeda dengan evaluasi program

Mengukur Dampak Sosial Program melalui Pendekatan Social Return on Investment (SROI) Read More »